Aktivitas INOS-Kalsel

Selasa, 15 Juni 2010

Observasi anggrek bersama PAI Kalsel

Pegunungan Meratus yang membentang di Kalimantan Selatan tidak bisa di pungkiri keberadaannya semakin kritis. Lebatnya hutan yang dulu belum terjamah kini kondisinya masih terus memprihatinkan, meski laju pengrusakan tidak separah beberapa tahun silam, namun tetap saja hutan-hutan di kawasan ini semakin terdesak oleh berbagai aktifitas konversi hutan baik penebagangan liar, perkebunan maupaun pertambangan. Keadaan ini tentunya berdampak langsung terhadap keberadaan anggrek spesies dimana sebagian besar anggrek spesies di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan adalah jenis anggrek spesies epifit yang hidup menumpang atau menempel pada pepohonan di dalam hutan. 

Hasil temuan  Tim Observasi PAI Kalsel sering menemukan dalam satu pohon terdapat beberapa jenis anggrek, dengan kata lain satu pohon bisa menjadi habitat bermacam-macam anggrek dari genus yang sama atau yang berbeda. Bisa dibayangkan jika jutaan hektar hutan ditebang berapa anggrek spesies yang kehilangan habitatnya, belum lagi rebahan pohon tebangan tidak tahu berapa banyak yang menimpa anggrek-anggrek teresterial yang berada di sekitar pohon tersebut.
Kenyataan ini semakin menggerak tim observasi PAI Kalsel untuk terus mendata anggrek-anggrek yang berada di hutan-hutan di wilayah Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan. Berkesempatan ikut dalam tim observasi bersama teman-teman dari Unlam membuat wawasan dan pengetahuan saya  bertambah. Tidak hanya bisa bertukar informasi dengan sesama pecinta anggrek, tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan lebih seputar anggrek dari senior di PAI serta pengetahuan tentang hutan dari Ka. Balitbang Kehutanan RI .
Dari hasil Observasi sedikitnya di temukan 11 Jenis Anggrek sepesies yang di temukan di salah satu kawasan  Pegunungan Meratus Kab. Pelaihari antara lain dari jenis Eria, Bulbophyllum, Dendrobium, Coelogyne, dll.

Selasa, 08 Juni 2010

Komunitas Pecinta Anggrek Spesies Kalimantan Selatan

Di usianya yang masih sangat muda, Komunitas Pecinta Anggrek Spesies Kalimantan Selatan perlu banyak belajar mengenai hal-hal yang berhubungan dengan dunia anggrek. Misalnya jenis-jenis anggrek primadona Kalsel yang saat ini keberadaanya semakin susah di temukan di habitatnya atau upaya-upaya apa saja yang perlu di lakukan untuk menyelamatkan anggrek-anggrek yang kini populasinya semakin sedikit. Untuk menimba pengetahuan yang lebih luas mengenai hal-hal yang menyangkut dunia  anggrek ini, tentunya DPD PAI kalsel adalah "guru" sekaligus sumber inspirasi, selain buku-buku dan referensi "wajib" seperti Orchids of Indonesia dan majalah Orchids Indonesia.

Di ketuai oleh Hj. Erna Ardiansyah, INOS (Indonesian Native Orchids Society) Kalsel yang merupakan cabang dari INOS pusat di Jakarta resmi di bentuk pada bulan Mei 2010 lalu. Dengan susunan kepengurusan inti sebagai berikut :

Ketua :
Hj. Erna Ardiansyah

Wakil Ketua :
Nadya Huda 

Sekretaris:
Muhammad Jumani

Bendahara :
Rahmi Widiati

Dengan hadirnya Komunita Pecinta Anggrek Spesies Kalimantan Selatan ini semoga saja dapat memberikan kontribusi demi kemajuan dunia anggrek khususnya anggrek spesies Kalimantan Selatan.

Nadya Huda
(Wakil Ketua INOS Kalsel )
 Silaturahmi anggota INOS
 Merapikan Taman Anggrek Spesies

Jumat, 04 Juni 2010

Paraphalaenopsis serpentilingua

Paraphalaenopsis serpentilingua

Satu lagi anggrek endemik kebanggaan pulau Kalimantan (Borneo) yang di akui kecantikannya tidak hanya pecinta anggrek lokal tapi juga luar negeri. Anggrek ini merupakan anggrek pulau Kalimantan yang harus kita ketahui dan lestarikan. Merupakan anggrek epifit penghuni hutan rawa dari ketinggian 0 m dpl hingga 1000 m dpl.

Oleh masyarakat Kalimantan anggrek ini populer dengan sebutan "anggrek buntut tikus" karena karakteristik daunnya yang berbentuk silindris meruncing sehingga nampak seperti ekor tikus. Tanaman ini tumbuh menggantung dengan daun berwarna hijau tua, panjangnya kira 20 cm - 50 cm, dengan diameter 0,6-1,2 cm. Bunga berwarna putih pada sepal dan petalnya, sedangkan pada bagian lebellumnya berwarna pink dengan warna dasar jingga. Bunga menempel pada tangkai bunga yang dapat berjumlah sekitar 5- 10 kuntum per tangkai.

Anggrek buntut tikus memiliki nama lain antara lain Phalenopsis serpentilingua J.J. Sm., Phalaenopsis denevei J.J. Sm. var Alba Price, Phalaenopsis simonsei Simonse.

Mari kita lestarikan alam kita agar spesies cantik ini tidak musnah... karena ulah manusia-manusia serakah.


Senin, 31 Mei 2010

Bulbophyllum becarii Rchb. f.

Bulbophyllum becarii Rchb. f.

Bulbophyllum adalah salah satu marga anggrek yang  memiliki bunga eksotik, ukurannya berpariasi dari yang kecil hingga yang terbilang sukup besar. Bunga bervariasi namun sebagian marga Bulbophyllum bunga hanya bertahan beberapa hari bahkan ada yang hanya bertahan 2- 3 hari. Di Kalimantan salah satu jenis Bulbophyllum yang bisa di temukan adalah Bubophyllum becarii . Anggrek yang lebih suka hidup di bawah intensitas matahari rendah ini memiliki daun berukuran besar, daun berbentuk bulat melengkung, rhizoma menjalar pada pohon inang, hidup sebagai epifit, menyukai kelembaban yang cukup tinggi tapi juga rentan busuk jika terlalu lembab atau basah. 

 Bulbophyllum becarii
 Koleksi Taman INOS kalsel
Bulbophyllum becarii masuk kedalam section Beccariana. Distribusi atau penyebarannya adalah pulau Kalimantan atau Borneo. Hidup pada ketinggian tempat 0 - 600 m dpl.


Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Liliopsida
Order: Asparagales
Family:Orchidaceae
Subfamily: Epidendroideae
Tribe: Podochilaeae
SubTribe: Bulbophyllinae
Genus: Bulbophyllum
Species: Bulb. becarii
( klasifikasi : www. orchids.wikia.com/wiki/Bulbophyllum_beccarii )









Senin, 17 Mei 2010

Anggrek Sebagai Obat

Gramathophyllum scriptum Bl.

Anggrek memiliki banyak potensi seperti yang sudah di uraikan seperti pada postingan sebelumnya. Namun ternyata selain potensi-potensi itu masih banyak potensi-potensi anggrek lain yang masih belum tergali dan perlu di kembangkan. Sebagai contoh potensi anggrek sebagai obat. Contoh anggrek yang sudah di kenal sebagai obat adalah Gramathophyllum scriptum. Anggrek ini dikenal juga dengan sebutan " anggrek bidadari " merupakan anggrek yang bisa di gunakan sebagai penyembuh berbagai penyakit antara lain beri-beri, disentri, sariawan, dan lemah jantung. Banyak tersebar di wilayah indonesia bagian tengah dan timur ini biasa digunakan penduduk Maluku sebagai jamu.

Dari hasil penelitian Hyne (1950) serta burkill (1966) kasiat dan teknik pengobatan menggunakan anggrek ini yaitu :

1. Perasan umbi di campur dengan jahe berkasiat untuk menyembuhkan penyakit perut kembung, sembelit, dan cacingan
2. Tepung umbi berkasiat menyembuhkan disentri diberikan dengan cara dicampur makanan. Sedangkan untuk menyembuhkan penyakit beri-beri, tepung umbi dapat di campur dengan jahe terlebih dulu lalu diusapkan keperut penderita.
3. Pengobatan sariawan yaitu dengan meminum air perasan seduhan umbi4. Sedangkan untuk luka bernanah, luka bakar, dan luka gigitan serangga dapat disembuhkan dengan cara menempelkan tumbukan umbgi semu kebagian yang luka.
5. Air umbi semu (pseudobulb) dapat digunakan sebagai pendingin perut serta diminum sebagai pelepas dahaga (JJ).

Sumber :
Orchids Indonesia edisi Februari-maret 2009

Rabu, 12 Mei 2010

Dendrobium secundum

Anggrek ini di kenal juga dengan anggrek sikat. Mulai di budidayakan sebagai anggrek hias atau koleksi anggrek alam. Banyak di jumpai di Malaysia dan Indonesia, antara lain di jumpai di Jawa Barat dan Kalimantan. Di Kalimantan Selatan tanaman ini banyak tumbuh di hutan-hutan daerah Kabupaten Banjar atau sekitar kawasan Waduk Riam Kanan.

Secara umum tumbuh pada ketinggian 0-500 m dpl, sering di dapati pada perkebunan kopi atau pohon-pohon di tepi jalan. Batang memiliki umbi semu, berbentuk bulat panjang dengan pangkal dan ujung batang mengecil. Sedangkan bagian tengah umbi semunya menggembung. Panjang batang kurang lebih 30-80 cm, dengan garis tengah1,2- 2 cm. Daun muncul pada batang, bentuk daun lanset atau jorong dengan bagian ujung meruncing. Panjang daun 6-10 cm. Lebar daun 3-6 cm, tekstur daun tipis dan kuat.
Bunga berbentuk tandan muncul pada buku atas umbi semu yang gundul panjangnya kira-kira 10 cm. Pada sepanjang tandan ini akan muncul bunga dengan garis tengah lebih kurang 1,5 cm dengan jumlah sekitar 50 kuntum berbaris rapat . Kelopak bunga berbentuk jorong, bagian atasnya tumpul. Panjang lebih kurang 0,75 cm dan lebar 0,25-0,3 cm. Warna bervariasi tergantung asalnya ada yang merah muda ada juga yang putih.
mahkota bunga berbentuk jorong dengan panjang kurang lebih 0,75 cm dan lebar antara 0,25-0,3 cm. Bibir bunga sempit, berbentuk pita dengan tepi menggulung kedalam. berspura, berwarna jingga dengan bagian bawah berwarna ungu. Lama mekar bunga sekitar 9 hari (JJ) (Fiyanti Osman dan Indah Prasasti, 1994).

Selasa, 11 Mei 2010

Prospek anggrek spesies

Mengapa Anggrek Spesies Perlu di Lestarikan

 Banyak kalangan memandang sebelah mata tanaman anggrek spesies, alasannya bermacam-macam. Umumnya karena ketahanan bunganya yang relatif lebih cepat layu, susah di dapat atau karena pilihan warna bunganya terbatas. Meskipun tidak sedikit juga yang telah jatuh hati terhadap anggrek spesies. Mereka yang menggemari anggrek spesies pun punya beragam alasan mengapa mereka lebih tertarik pada anggrek spesies atau anggrek alam. Beberapa alasan yang umum adalah, ada nilai kepuasan tersendiri jika memiliki atau mengkoleksi anggrek spesies. Anggrek spesies seringkali memberi kejutan terutama saat  muncul bunga yang tidak pernah terbayangkan.

Prospek Anggrek Spesies/ anggrek alam
Sebenarnya anggrek spesies juga memiliki prospek yang tidak kalah bagus jika di kembangkan secara serius. Beberapa prospek itu misalnya ;
1. Komoditas perdagangan
Anggrek alam atau anggrek spesies memiliki keanekaragam yang sangat besar yang di perlukan tidak hanya oleh hobiest  (kolektor) tetapi juga oleh para ilmuan atau peneliti
2. Sebagai sumber daya genetik
Anggrek alam merupakan sumberdaya genetik yang di perlukan dalam hibridisasi atau persilangan untuk meningkatkan daya jual atau nilai ekonomis dari hasil silangan-silangannya.
3. Sebagai daya tarik wisata (turis) baik lokal maupun mancanegara
Beberapa negara sudah mengembangkan anggrek sebagai salah satu daya tarik wisatawan misalnya philipina, dan thailand
4. Sebagai tanaman obat-obatan
Beberapa masyarakat menggunakan jenis anggrek sebagai obat-obatan misalnya anggrek Dendrobium crumenatum (di kenal juga dengan nama tawa-tawa ) sebagai obat asma, dan beberapa jenis anggrek lain di gunakan sebagai penawar racun (bisa) ular
  5. Sebagai bahan tambahan dalam pembuatan makanan, kosmetik dan parfum
Misalnya vanili  sebagai bahan penyedap makanan.
Potensi yang begitu besar yang di miliki oleh anggrek spesies  bisa menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan yang dapat mengangkat harkat dan martabat hajat hidup orang banyak. (JJ)